Ternyata Sistem Informasi Geografis (SIG) bermanfaat dalam pengelolahan potensi sumber daya alam di Indonesia, mengapa demikian?

 Negara Indonesia mempunyai potensi sumber daya alam yang melimpah. Potensi sumber daya alam Indonesia adalah hutan, laut, minyak bumi, gas alam, batu bara dan lainnya. Setiap wilayah di Indonesia memiliki potensi sumber daya yang berbeda-beda karena dipengaruhi oleh letak geografis maupun letak astronomis. Berikut ini contoh peta persebaran sumber daya alam di Indonesia.

 

                    Sumber : jagoansekolah.com, 8 April 2019

 

Akan lebih mudah memanfaatkan teknologi informasi untuk memetakan sumber daya alam dengan mengolah data spasial menjadi informasi yang lebih bermakna dan berguna. Mengubah data sumber daya alam menjadi data digital dan berorientasi pada objek sistem informasi geografis yang dapat dikembangkan. Maka dalam hal ini dibutuhkan penerapan Sistem Informasi Geografis (SIG).

Apakah yang di maksud dengan SIG? 

Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah suatu sistem informasi dengan komponen perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan input data, metode, analisis data yang digunakan untuk penyimpanan daya, akuisisi dan verifikasi data, kompilasi data,perubahan dan updating data, manajemen dan pertukaran data, manipulasi data, pemanggilan dan presentasi data yang berhubungan dengan informasi geografis. Dengan SIG kita dapat menemukan hasil, hubungan, tren, maupun pola yang dapat ditampilkan dalam bentuk peta, laporan, tabel, maupun grafik.

Dengan demikian, SIG diharapkan mampu mernberikan kemudahan-kemudahan seperti (Prahasta,2005):

1.       Penanganan data geospasial menjadi lebih baik dalam format baku

2.       Revisi dan pemutakhiran data menjadi lebih mudah

3.       Data geospasial dan informasi menjadi lebih mudah dicari, dianalisis dan direpresentasikan

4.       Menjadi produk yang mempunyai nilai tambah

5.       Kemampuan menukar data geospasial

6.       Penghematan waktu dan biaya

7.       Keputusan yang diambil menjadi lebih baik

 

Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam pengelolahan potensi sumber daya alam di Indonesia

SIG dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang, salah satunya adalah pengelolaan sumber daya alam (SDA). SIG dapat bekerja berdasarkan sistem komputer yang datanya bersumber dari survei dan observasi. Kemudian data yang diperoleh diolah dan digunakan di berbagai bidang, salah satunya bidang sumber daya alam. Teknologi canggih membuat pemrosesan data ini lebih cepat dan lebih akurat. Linieritas data ini akan digunakan sebagai acuan untuk mengidentifikasi lahan dan berbagai sumber daya alam di Indonesia.

Manfaat Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam pengelolahan potensi sumber daya alam di Indonesia adalah sebagai berikut :

1. Mengetahui persebaran kawasan potensial sumber daya alam di Indonesia
    SIG dapat dimanfaatkan untuk mengetahui persebaran kawasan potensial sumber daya alam, seperti :

a)      Area lahan potensial dan lahan kritis

Lahan potensial adalah lahan subur yang produktivitasnya di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan atau aktivitas yang masih tinggi sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomis lahan tersebut. Lahan kritis adalah lahan yang mineral, bahan kimia, atau mikroorganisme tanahnya telah hilang sehingga menyebabkan tanah menjadi tandus serta tidak dapat digunakan untuk pertanian.

Lahan kritis menjadi perhatian utama bagi semua pengguna lahan baik sebagai lahan pertanian, hutan, perkebunan, perumahan dan industri. Jadi perlu menyiapkan wadah bersama untuk menetapkan area atau lahan kritis untuk dapat diantisipasi pada masa yang akan datang. Untuk mempermudah rencana pengelolaan lahan kritis diperlukan Sistem Informasi Geografis (SIG) lahan kritis. Dalam rangka mendapatkan informasi tentang luas lahan kritis di Indonesia maka bukan hanya Departemen Kehutanan diharapkan melakukan inventarisasi tetapi semua instansi teknis dapat secara bersama melakukannya Demikian pula metode yang digunakan tidak hanya berdasarkan penggunaan beberapa metode, tetapi perlu digabungkan berbagai metode dengan sumber informasi sehingga dapat diperoleh informasi lahan kritis yang lebih tepat dan akurat. Dengan ketersedian teknologi remote sensing dan SIG serta pendekatan berbagai metode maka inventarisasi lahan kritis dapat dilakukan.

Selain itu area lahan optimal dapat dimonitori dengan SIG untuk mengetahui keputusan apa yang akan diambil dalam pemanfaatan dan pembangunan lahan. SIG dapat membantu pembuatan rencana untuk setiap area potensial untuk mendukung perkembangan sumber daya alam secara optimal.

 

b)      Area hutan optimal dan hutan rusak

Hutan rusak terjadi karena berkurangnya luasan area hutan karena kerusakan ekosistem hutan yang sering disebut degradasi hutan ditambah juga penggundulan dan alih fungsi lahan hutan.

 Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam kegiatan penelitian kehutanan sangat penting karena dapat merekam, menyimpan, mengolah dan menampilkan data spasial. Dengan penerapan Sistem Informasi Geografis (SIG) maka dapat dilakukan proses-proses seperti menyediakan informasi geografis hasil sumber daya hutan, mengetahui kawasan hutan yang baik dan kawasan hutan yang rusak, membantu dalam perencanaan reboisasi, serta proses digitalisasi peta. Dengan adanya peta pemanfaatan lahan maka akan mempermudah tata ruang penanaman pohon dan dapat diketahui apakah sudah sesuai pohon – pohon tersebut ditanam di lokasi tersebut berdasarkan iklim, ketinggian tanah dan lokasi hutan tersebut, sehingga pada saat reboisasi akan dapat mengevaluasi letak pohon tersebut apakah sudah sesuai dengan kriteria iklim, ketinggian, dan lahan hutan tersebut. Bila belum akan dilakukan penyesuaian, agar hasil produksi maksimal dan sesuai dengan fungsi hutan tersebut. 

c)      Area pertanian dan perkebunan

Sistem Informasi Geografis (SIG) menggunakan ArcView dalam dapat membantu dalam menyimpan, dan menganalisis informasi geografis ditambah dengan aplikasi berbasis memanipulasi visual yang mampu dalam melakukan pengelolaan data statistik maka kedua aplikasi ini sangatlah membantu dalam mengatasi permasalahan peta sebaran komoditi pertanian dan perkebunan dan pengelolaan data statistik hasil pertanian dan perkebunan di Indonesia. Setelah dilakukan penelitian dan observasi maka sistem informasi geografis untuk pemetaan lahan dan hasil pertanian serta perkebunan ini mampu untuk digunakan sebagai pemetaan dan pengelolaan data yang baik serta mudah digunakan oleh user, sehingga untuk pembuatan aplikasi pemetaan hasil pertanian dan perkebunan ini juga berfungsi untuk membantu dalam mengelola data dan menganalisa hasil pertanian dan perkebunan apakah mengalami peningkatan atau penurunan.

 

d)      Konservasi lahan dan rehabilitasi

Konservasi lahan dirumuskan dengan mempertimbangkan kondisi fisik lahan, meliputi bentuk-bentuk seperti kekritisan lahan, derajat bahaya erosi, fungsi kawasan, kemiringan lereng, kedalaman kumuh tanah dan penggunaan lahan aktual, dan arah perlindungan. Dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) maka akan membantu upaya memulihkan lahan yang tadinya atau mungkin vital berfungsi sesuai dengan fungsi kawasan, mencegah erosi seperti budidaya tanaman, kehutanan, peternakan, dan mulsa, serta memanfaatkannya secara eksklusif serta untuk mengubah atau meningkatkan bentuk pengolahan lahan yang dibangun.

 

2.        2. Inventarisasi Sumber Daya Alam
Dalam inventarisasi sumber daya alam, Sistem Informasi Geografis (SIG) memiliki fungsi sebagai berikut :

a)      Mengetahui potensi dan persebaran sumber daya alam

Dalam hal Sistem Informasi Geospasial (SIG) untuk membantu pemetaan area batubara, emas, nikel, dan sumber daya alam lainnya serta membantu perencanaan  distribusi seperti kualitas air, baik air di permukaan maupun air tanah.

b)      Pemanfaatan perubahan penggunaan lahan

Fenomena perubahan penggunaan lahan sering muncul seiring dengan bertambahnya kebutuhan dan permintaan terhadap lahan, baik dari sektor pertanian maupun dari sektor non-pertanian. Luas dan arah perubahan penggunaan lahan seiring dengan berkembangnya teknologi dapat kita ketahui memlui pengolahan Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode yang digunakan adalah metode studi literatur yang berarti mencari, mengidentifikasi dan menganalisis penelitian-penelitian terdahulu. Pengolahan data spasial yang dapat dimanfaatkan untuk menentukan dan mengetahui perubahan penggunaan lahan berdasarkan kajian pustaka dari penenlitian terdahulu menunjukkan pemanfaatan data spasial untuk mengetahui terjadinya perubahan penggunaan lahan dari pertanian menjadi nonpertanian, perubahan area taman nasional, arah perubahan penggunaan lahan pusat kota dan perubahan di sekitar daerah aliran sungai (DAS).

c)      Pemetaan wilayah potensial sumber daya alam dan lingkungan hidup

Dalam pengembangan wilayah  Sumber daya alam dan lingkungan hidup, teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) membantu dalam memberikan informasi geografis dalam perencanaan pengembangan wilayah terutama dalam hal pengukuran, pemetaan, pengawasan dan permodelan dalam pengembangan wilayah.

 Kesimpulan :

Dengan bantuan Sistem Informasi Geografis (SIG) maka pemeliharaan luas daratan yang ada di Indonesia dapat lebih optimal. Berbagai manfaat SIG di bidang sumber daya alam telah dibuktikan dengan banyaknya lahan yang dipulihkan akibat kerusakan alam. Selain itu, beberapa lahan potensial dapat dimanfaatkan dengan lebih baik. Dengan memahami sebaran sumber daya alam, pemerintah dapat mengontrol pengelolaan sumber daya alam sehingga jumlah sumber daya alam dapat dikendalikan. Dengan demikian dengan penggunaan Sistem Informasi Geografis (SIG) sumber daya alam di Indonesia dapat direncanakan, dipetakan, disusun, dan dirumuskan sehingga membantu pengelolahan potensi sumber daya alam di Indonesia

Komentar

  1. informasi yang sangat membantu. terus berkaya

    BalasHapus
  2. Informasi yang sangat bermanfaat. Terima kasih. Terus berkarya.

    BalasHapus
  3. Saya baru tahu tentang hal ini, terima kasih.

    BalasHapus
  4. Terimakasih infonya kak. Sangat mengedukasi.

    BalasHapus
  5. artikel ini sangat menarik, dan menambah wawasan saya

    BalasHapus
  6. Thanks buat informasi tentang SIG dalam pengelolaan potensi SDA khususnya di Indonesia. Sangat menambah pengetahuan saya tentunya thor. Ditunggu karya selanjutnya

    BalasHapus
  7. Tulisan anda menarik yaa. Semoga karyanya bermanfaat bagi bangsa ini. Fightttt

    BalasHapus
  8. Artikelnya bagus dan menambah wawasan, semakin semangat dalam berbagi ilmu pengetahuan..

    BalasHapus

Posting Komentar